Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

View this page in english

   
METRO Grup mempunyai dua bisnis utama yaitu bisnis properti dan ritel yang menyebar di beberapa kota-kota besar di Singapura, Malaysia, Cina dan Indonesia dan di dukung oleh 932 karyawan.
   
METRO Grup memiliki dan mengoperasikan beberapa gedung perkantoran dan properti lainnya di Beijing, Shanghai dan Guangzhou di Cina serta Penang di Malaysia. METRO GRUP juga memiliki investasi yang signifikan dalam bisnis properti di Cina.

METRO Grup melayani konsumennya melalui cabang –cabang department store di Singapura, Jakarta dan Bandung. Usaha ritel yang terdiri dari tiga METRO Department Stores di Singapura dan lima department store lain di Jakarta dan Bandung, Indonesia. METRO menjadi merek yang sudah dikenal dengan baik ini menawarkan berbagai macam produk yang berkualitas dengan  total luas 783.000 kaki persegi.


SEJARAH
Terdaftar di pasar saham Singapura sejak tahun 1973, Metro Holdings didirikan di tahun 1957 oleh Tjoe Ong Kim, pada usia 49. Memulai usaha sebagai toko tekstil berlantai dua di 72 High Street, dimana Departemen Keuangan sekarang berada. Sebagai penikmat film, Mr Ong memberikan nama toko tersebut METRO yang diambil dari nama studio Metro-Goldwyn-Mayer (MGM).

Pada tahun 1965, METRO menjadi toko serba ada pertama di Orchard Road di Liat Towers, High Street yang merupakan tempat pusat perbelanjaan di Singapura pada saat itu. Pada awalnya bernama Metrotex, kemudian berubah menjadi METRO Orchard ketika pindah ke Holiday Inn Shopping Complex di Scotts Road pada tahun 1973. Sejak itu, department store mulai dikenal karena logo M yang ditempatkan di seluruh area department store dan staf pramuniaga yang berseragam serta produk pakaian yang terjangkau. Pada satu masa, METRO beroperasi di lima outlet di sepanjang Orchard Road, termasuk Far East Plaza dan Lucky Plaza, kemudian berkembang sampai sembilan outlet di Singapura.

METRO GRAND STORE dibuka toko di Lucky Plaza pada tahun 1978, sebagai department store high end pertama di Singapura yang menyediakan merek-merek lokal dengan konsep butik di dalam toko untuk mengakomodir konsumen kelas atas. Outlet Lucky Plaza  pada saat itu menjadi pusat belanja di sepanjang Orchard Road dan mal modern yang pertama yang memiliki lift tube berdinding kaca. Tahun 70an METRO memperkenalkan  merek pakaian dan aksesori mewah dari eropa seperti Cartier, Charles Jourdan dan Givenchy
Pada tahun 1974, METRO grup mengambil alih lahan di Orchard Road, yang pada saat ini dikenal sebagai pusat belanja premium, Ngee Ann City. Tahun 1979, METRO juga turut mendirikan perusahaan ritel jam tangan mewah, The Hour Glass. Kemudian METRO memperkenalkan peritel AS Toys "R" Us di Singapura pada tahun 1986.

Mulai dari pertengahan ke akhir 90-an METRO merambah ke dalam bisnis perjalanan dan liburan. Diawali dengan pengembangan  hotel senilai $ 85 juta di Cairns, Australia sebelum merambah ke pasar pelayaran regional dengan meluncurkan Sunday Cruises pada tahun 1997. Pertengahan 90an, METRO sudah mulai berinvestasi di properti komersial dan ritel di Cina dan Indonesia. Kerja sama dilakukan dengan dengan toko diskon AS,  K-mart pada tahun 1994.

Pada tahun 1996, outlet baru yang lebih berorientasi untuk keluarga yang menjual produk-produk rumah tangga, pakaian anak-anak dan mainan anak-anak, dan koleksi pakaian dengan harga menengah dibuka di Tampines Century Square,kemudian di Woodlands Point pada tahun 1998 dan Sengkang pada tahun 2002.

Di Indonesia, METRO membuka toko pertama di Mal Pondok Indah pada tahun 1991 dan saat ini memiliki 3 Metro toko di Jakarta dan satu di Bandung. Pada bulan April 2008, METRO dengan konsep baru membuka departemen store premium, M Pacific Place yang terletak di pusat bisnis Jakarta.

Grup yang terdiri dari properti ritel dan ruang kantor di Singapura, Malaysia, Shanghai dan Guangzhou di Cina. Kegiatan utama bisnis lainnya termasuk manajemen hotel di Australia dan produsen komponen jam.

METRO membukukan laba bersih sebesar $ 31 juta dengan penjualan sebesar $ 204 juta di tahun 2005.

Ritel
Usaha ritel yang terdiri dari tiga METRO Department Stores di Singapura dan lima department store lain di Jakarta dan Bandung, Indonesia. METRO menjadi merek yang sudah akrab di wilayah ini menawarkan berbagai macam produk yang berkualitas dengan  total luas 900.000 kaki persegi.

 

   
metro